Manifesto Jemparingan Mataraman
Melestarikan, Mengajarkan, dan Mewariskan Jemparingan sebagai Budaya yang Hidup
Budaya akan tetap hidup selama masih dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan.
Jemparingan bukan sekadar kegiatan memanah.
Di balik gendewa, jemparing, sikap duduk, busana, tata cara, dan sasaran, terdapat sebuah cara pandang tentang manusia: tentang ketenangan, konsentrasi, pengendalian diri, tanggung jawab, dan bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam kehidupan.
Jemparingan Mataraman adalah bagian dari warisan budaya Yogyakarta yang terus hidup karena masih dipraktikkan. Tradisi ini telah berkembang dari lingkungan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan kemudian dikenal lebih luas di tengah masyarakat.
Karena itu, melestarikan Jemparingan tidak cukup hanya dengan membuat orang mampu melepaskan anak panah.
Yang perlu diwariskan adalah makna di balik panah itu sendiri.
Kami percaya: Jemparingan adalah laku, bukan sekadar olahraga
Dalam dunia modern, segala sesuatu mudah diukur dengan angka:
Berapa poin yang diperoleh.
Seberapa tepat anak panah mengenai sasaran.
Siapa yang menang.
Siapa yang menjadi juara.
Namun Jemparingan Mataraman mengajarkan sesuatu yang lebih dalam:
Sebelum mengenai sasaran di depan mata, seorang pemanah harus belajar mengendalikan dirinya sendiri.
Dalam tradisi Jemparingan dikenal ungkapan:
Pamenthanging Gandhewa, Pemanthenging Cipta.
Membentangkan gendewa bukan hanya persoalan tenaga. Ia menuntut keteguhan cipta, konsentrasi, dan kesiapan batin.
Karena itu, bagi kami, keberhasilan seorang pemanah tidak semata-mata ditentukan oleh berapa banyak sasaran yang berhasil dikenai.
Keberhasilan juga terlihat dari bagaimana ia belajar menjadi manusia yang lebih tenang, lebih sadar, dan lebih bertanggung jawab.
Kami menghormati akar Yogyakarta
Jemparingan Mataraman tidak muncul dari ruang kosong.
Ia tumbuh dalam lingkungan budaya Mataram dan memiliki hubungan erat dengan sejarah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sumber kebudayaan Yogyakarta juga mencatat Jemparingan sebagai bagian dari tradisi panahan yang berkembang di lingkungan keraton dan kemudian meluas ke masyarakat.
Karena itu, kami percaya bahwa memperkenalkan Jemparingan kepada dunia harus dilakukan bersama dengan pengenalan terhadap akar budayanya.
Bukan untuk mengagungkan masa lalu.
Bukan pula untuk menutup pintu bagi perkembangan zaman.
Tetapi agar ketika sebuah tradisi berkembang, kita masih tahu dari mana ia berasal dan mengapa ia memiliki bentuk seperti itu.
Kami tidak ingin Jemparingan kehilangan jiwanya
Modernisasi adalah kenyataan.
Jemparingan boleh berkembang.
Jemparingan boleh dipelajari siapa saja.
Jemparingan boleh hadir di sekolah, komunitas, hotel, ruang wisata, media sosial, bahkan di dunia digital.
Tetapi perkembangan tidak harus berarti kehilangan identitas.
Kami percaya bahwa memperkenalkan Jemparingan kepada generasi baru justru harus dimulai dari pemahaman yang benar.
Mengapa duduk bersila?
Mengapa gendewa digunakan dengan cara tertentu?
Mengapa tubuh, rasa, dan pikiran harus selaras?
Mengapa busana memiliki tempat dalam pembelajaran?
Mengapa sasaran tradisional memiliki bentuk tertentu?
Dan yang paling penting:
mengapa kita memanah?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sama pentingnya dengan teknik menarik gendewa.
Kami membedakan antara tradisi dan perkembangan
Jemparingan yang berkembang di masyarakat hari ini memiliki beragam bentuk.
Kami tidak bermaksud meniadakan perkembangan tersebut.
Namun, kami percaya bahwa setiap bentuk perlu disebut dan dipahami sesuai konteksnya.
Jemparingan Mataraman memiliki karakter, teknik, tata cara, perlengkapan, sasaran, dan filosofi yang perlu dikenali sebagai bagian dari tradisinya sendiri.
Karena itu, JEMPARINGAN.COM berusaha menggunakan istilah secara hati-hati dan tidak mencampuradukkan berbagai bentuk jemparingan hanya karena semuanya sama-sama menggunakan busur dan anak panah.
Bagi kami, perbedaan bukan alasan untuk saling meniadakan.
Perbedaan justru membantu kita memahami kekayaan tradisi.
Kami menjaga pengetahuan, bukan sekadar gambar
Di era media sosial, sebuah tradisi dapat menjadi sangat populer dalam waktu singkat.
Satu foto dapat dilihat jutaan orang.
Satu video dapat menyebar ke berbagai negara.
Tetapi popularitas tidak selalu berarti pemahaman.
Karena itu, JEMPARINGAN.COM hadir sebagai rumah pengetahuan Jemparingan Mataraman.
Kami ingin mendokumentasikan sejarah, istilah, teknik, filosofi, busana, perlengkapan, tokoh, pengalaman belajar, dan berbagai cerita yang membentuk Jemparingan.
Bukan untuk membuat tradisi menjadi kaku.
Sebaliknya, dokumentasi diperlukan agar generasi berikutnya memiliki pijakan ketika mereka ingin belajar.
Apa yang tidak dituliskan mudah dilupakan.
Apa yang tidak diajarkan mudah hilang.
Apa yang tidak dipraktikkan akan berhenti menjadi budaya.
Kami ingin mengajarkan sebelum menghakimi
Tradisi tidak akan bertahan dengan cara memarahi generasi muda karena mereka tidak mengenalnya.
Tradisi bertahan ketika generasi muda menemukan alasan untuk mencintainya.
Karena itu, kami memilih untuk menjelaskan.
Dengan bahasa yang sederhana.
Dengan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan pengalaman langsung.
Dengan membuka ruang untuk bertanya.
Dan dengan memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk merasakan sendiri bahwa di balik sebuah anak panah terdapat pelajaran tentang kehidupan.
Kami percaya Jemparingan dapat berbicara kepada dunia
Jemparingan adalah bagian dari budaya Yogyakarta.
Tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh manusia dari mana pun.
Seorang tamu dari Eropa mungkin tidak memahami seluruh filosofi Jawa.
Seorang anak dari Jakarta mungkin belum mengenal sejarah Mataram.
Seorang pemula mungkin bahkan belum pernah memegang gendewa.
Tidak apa-apa.
Pembelajaran dapat dimulai dari satu tarikan.
Dari satu posisi duduk.
Dari satu anak panah.
Dari satu kesempatan untuk belajar diam dan berkonsentrasi.
Dari sana, budaya mulai berbicara.
Karena itulah kami ingin Jemparingan Mataraman dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat internasional, tanpa kehilangan suara aslinya.
Kami memilih untuk menjadi jembatan
JEMPARINGAN.COM bukan keraton.
Bukan lembaga akademik.
Bukan pula pengganti para pelaku tradisi yang telah menjaga Jemparingan selama puluhan tahun.
Kami ingin menjadi jembatan.
Jembatan antara masa lalu dan generasi baru.
Jembatan antara pengetahuan tradisional dan dunia digital.
Jembatan antara Yogyakarta dan dunia.
Jembatan antara orang yang telah lama mengenal Jemparingan dan orang yang baru pertama kali mendengarnya.
Karena sebuah warisan budaya tidak seharusnya hanya disimpan di dalam lemari.
Ia harus diberi kesempatan untuk hidup.
Kami tidak mengejar sekadar popularitas
Kami tidak ingin Jemparingan menjadi populer tetapi kehilangan makna.
Kami tidak ingin orang mengenal Jemparingan hanya sebagai atraksi wisata.
Kami tidak ingin anak-anak hanya belajar bagaimana mendapatkan skor tanpa memahami apa yang sedang mereka pelajari.
Kami tidak ingin orang asing pulang dari Yogyakarta hanya dengan membawa foto memegang busur.
Kami ingin mereka membawa pulang sebuah pengalaman.
Sebuah pertanyaan.
Sebuah pemahaman.
Mungkin bahkan sebuah perubahan kecil dalam cara mereka melihat diri sendiri.
Itulah nilai yang ingin kami hadirkan.
Dari Yogyakarta untuk dunia
Jemparingan Mataraman adalah bagian dari perjalanan panjang budaya Yogyakarta.
Kini dunia berubah.
Cara manusia belajar berubah.
Cara manusia menemukan pengetahuan berubah.
Maka cara kita memperkenalkan budaya juga harus berkembang.
Namun prinsipnya tetap:
akar tidak boleh hilang hanya karena pohon tumbuh semakin tinggi.
JEMPARINGAN.COM ingin menjadi bagian dari pertumbuhan itu.
Kami akan terus belajar.
Kami akan terus mengajar.
Kami akan terus mendokumentasikan.
Kami akan terus meluruskan ketika terjadi kekeliruan.
Dan kami akan terus membuka pintu bagi siapa saja yang ingin mengenal Jemparingan Mataraman dengan lebih dalam.
Manifesto kami
Kami percaya Jemparingan adalah budaya yang hidup.
Kami percaya Jemparingan Mataraman harus dipahami bersama dengan akar sejarah, tata cara, teknik, dan filosofinya.
Kami percaya melestarikan budaya berarti mempelajarinya, mempraktikkannya, mengajarkannya, dan mewariskannya.
Kami menghormati perkembangan zaman tanpa melepaskan identitas tradisi.
Kami menghargai perbedaan bentuk jemparingan dan tidak mencampuradukkan tradisi yang berbeda.
Kami memilih pengetahuan daripada sekadar popularitas.
Kami memilih pemahaman daripada sekadar penampilan.
Kami memilih karakter daripada sekadar prestasi.
Kami ingin Jemparingan Mataraman dikenal dunia tanpa kehilangan akar Yogyakarta.
Dan pada akhirnya, kami percaya:
Jemparingan bukan hanya tentang ke mana anak panah pergi.
Jemparingan adalah tentang siapa diri kita ketika menariknya.
JEMPARINGAN.COM
Rumah Pengetahuan Jemparingan Mataraman
Preserve. Teach. Pass it on.
Budaya akan tetap hidup selama masih dipelajari, dipraktikkan, dan diwariskan.